Karir Yang Bisa Kamu Coba Untuk Menambah Pengalaman Untuk Menjadi Supervisor Toko (6:00)

Karir Yang Bisa Kamu Coba Untuk Menambah Pengalaman Untuk Menjadi Supervisor Toko

Untuk menjadi Supervisor Toko, Anda setidaknya membutuhkan pengalaman kerja paling tidak 2 Tahun. Pengalaman kerja akan sangat bermanfaat bagi Kamu untuk melatih keterampilan, dan mempersiapkan diri memimpin sebuah tim sebagai Supervisor. Salah satu pekerjaan yang bisa kamu coba dan cenderung mudah diterima adalah dengan menjadi seorang Sales atau peraga penjualan. Ada banyak sekali supervisor Toko yang memulai karir awalnya sebagai Sales atau peraga penjual.

Hampir semua perusahaan yang bergerak di bidang barang dan Jasa, pasti memiliki divisi penjualan atau sales. Sales berupakan bagian yang sangat penting dalam bisnis karena baik-buruknya kinerja suatu perusahaan akan dinilai dari bagaimana performa dari tim penjualannya.

Memang betul bahwa kualitas produk yang baik akan cenderung lebih laku di pasaran. Namun fakta dilapangan tidak selalu demikian. Sering kita jumpai dimana ada produk yang sebenarnya biasa saja namun dijual dengan baik oleh salesnya, bisa mengalahkan produk yang bagus namun tidak dijual dengan baik oleh salesnya.

Berkarir sebagai seorang sales baik dibawah perusahaan atau menjual produk kita sendiri, memiliki tantangan dan juga keuntungan yang tentunya bisa kamu dapatkan. Salah satunya adalah sebagai berikut:

  1. Kesempatan Kerja Yang Luas

Setiap perusahaan baik barang ataupun jasa pasti punya divisi sales. Ditambah lagi, jurusan apapun yang Kamu ambil saat kuliah bisa mencoba jalur karier sebagai sales. Jurusan tersebut justru bisa menjadi kelebihanmu. Misalnya jika Kamu melamar sebagai sales di perusahaan farmasi, latar belakang di dunia medis atau sains tentu akan menarik perhatian pihak perusahaan.

Selain itu, posisi sales cenderung lebih mudah dilamar dibandingkan posisi lainnya dalam perusahaan. Sehingga kamu tidak perlu membuang waktu lama untuk mencari pekerjaan, apalagi jika itu adalah pekerjaan pertama setelah lulus kuliah atau sekolah.

 

  1. Karir Relatif Stabil

Sebagai ujung tombak perusahaan, divisi Sales cenderung lebih stabil daripada divisi lainnya, apalagi jika kamu adalah seorang sales yang hebat dan menjadi andalah. Saat situasi dan kondisi perusahaan sedang tidak Stabil, Divisi penjualan seringkali akan dijadikan harapan bagi suatu perusahaan. Terlebih lagi, mereka yang bekerja sebagai Sales dianggap punya nilai lebih karena biasanya lebih paham dengan pelanggan dan lapangan.

 

  1. Bisa Mengembangkan Relasi Dengan Lebih Luas

Keuntungan berkarir sebagai sales yang tidak kalah menarik adalah, kesempatan untuk mengembangkan relasi dengan banyak orang dengan berbegai latar belakang yang berbeda-beda dan perusahaan yang berbeda-beda. Seorang sales yang kompeten tentu tahu kalau interaksi dengan klien tidak sebatas menjajakan produk, tapi juga menjalin hubungan yang berdasarkan kepercayaan. Hubungan profesional ini tidak hanya akan menguntungkan Anda sepanjang perjalanan karier di masa depan, tapi juga bisa menguntungkan kamu secara Individu.

 

  1. Insentif Tambahan Sesuai Dengan Kinerja

Berbeda dengan divisi atau departemen lain yang biasanya punya gaji pokok tetap setiap bulan, Sales umumnya dihargai dengan insentif atau komisi lebih dari setiap penjualan dan kinerja yang mereka hasilkan. Semakin kamu giat menjual produk, mengejar target bahkan melebihinya, maka kamu akan mendapat imbalan sesuai dengan kerja kerasmu.

Sering pula kita temui, Seorang sales yang pendidikannya tingkat SMA atau SMK, tapi punya pendapatan bulanan melebihi gaji manager diperusahaannya karena dia rajin dan cermat menjual produknya ke orang yang tepat.

 

  1. Belajar Disiplin

Disiplin merupakan kunci utama menjadi seorang yang sukses dalam karir, tidak hanya sales namun juga karir lainnya. Namun sayangnya, banyak orang tersandung disini. Menjadi orang yang disiplin tentunya susah-susah gampang. Nah, dengan menjadi seorang sales, biasanya lingkungan kerja kita akan sangat memaksa kita untuk menjadi pribadi yang disiplin.

Seringkali, perusahaan menerapkan sistem reward dan punishment kepada setiap tim sales nya. Apabila Sales tidak mencapai target pekerjaannya, maka mereka akan mendapat hukuman, dan sebaliknya, apabila mencapai target maka akan mendapat apresiasi dan insentif.

Divisi Sales juga seringkali dipacu satu sama lain agar saling termotivasi dengan pencapaian yang telah dicapai setiap orang, sehingga lingkungan kerja akan semakin kompetitif namun tetap supportif.

 

  1. Waktu Kerja Fleksibel

Berbeda dengan divisi lain yang punya jam kantor tetap, bagian sales umumnya memiliki waktu kerja fleksibel karena mayoritas pekerjaannya adalah di lapangan dan sering bertemu client. Seringkali client bisa ditemui diluar jam-jam sibuk, seperti saat makan siang atau bahkan dekat dengan jam pulang kerja. Diluar jadwal bertemu client atau jadwal kunjungan rutin, seorang sales memiliki waktu yang fleksibel dan bisa melakukan apapun.

Namun tentunya memiliki waktu kerja yang fleksibel ini bisa menjadi “jebakan”. Sales yang produktif dan bertanggungjawab akan memanfaatkan waktu senggang mereka untuk mencari kesempatan prospek yang lebih luas lagi, atau upgrade diri agar menjadi lebih baik, misalnya belajar bagaimana cara-cara negosiasi dan menjual produk agar lebih efektif dan efisien.

Sementara, sales yang malas-malasan akan menghabiskan waktu untuk kegiatan yang kurang produktif, dan kedepannya ini bisa memperburuk performa kinerja mereka. Jadi, Pastikan Kamu memanfaatkan waktu kerja yang fleksibel dengan sebaik mungkin ya!

 

  1. Melatih Kepercayaan Diri Dan Berkomunikasi

Kemampuan untuk bisa berkomunikasi dan memiliki rasa percaya diri yang tinggi adalah skill “mahal”. Banyak orang rela bayar mahal agar bisa memiliki kemampuan tersebut. Namun kemampuan ini tidak cukup dipelajadi secara teori tapi juga harus melalui praktek. Menariknya, dengan berkarir di dunia sales dan penjualan, Kemampuan ini akan perlahan kamu pelajari seiring dengan lamanya jam terbang yang kamu miliki.

Dalam keseharian seorang sales, kamu akan dituntut untuk bertemu dengan banyak orang dengan berbagai macam latar belakang dan kepribadian. Kamu akan sangat paham bahwa setiap calon konsumen atau client memiliki cara penanganan atau cara berkomunikasi masing-masing. Pada tahap awal, mungkin kamu akan merasa canggung menghadapi client-client tertentu. Namun seiring berjalannya waktu dan semakin bertambahnya pengalaman kerjamu, maka menangani client dengan latar belakang dan kepribadian yang berbeda akan menjadi sesuatu yang biasa untukmu. Kamu juga akan semakin memiliki rasa percaya diri menghadapi mereka.

Ditambah lagi, perusahaan tempat kamu bekerja seringkali akan memberikan pelatihan atau training kepada tim Sales terkait cara bekomunikasi dan bernegosiasi yang baik. Sehingga skill kamu bisa semakin meningkat.

 

  1. Belajar Menerima Penolakan

Kamu akan belajar bahwa penolakan merupakan tantangan keseharian bagi seorang sales. Tidak semua orang yang kita tawarkan akan membeli produk. Tidak semua calon client yang kita dekati akan membuahkan penjualan. Ditambah lagi, kamu mungkin akan menemui orang-orang yang akan memasang wajah ketus saat kamu menawarkan produk kepada mereka.

Pantang menyerah menjadi kriteria nomor satu untuk bertahan di bidang ini. Untuk mendapat satu saja kesepakatan atau penjualan, kamu perlu punya strategi tepat, kemampuan membujuk, dan terutama, harus luar biasa sabar. Keahlian ini tidak hanya bisa Anda aplikasikan dalam pekerjaan saat ini, tapi juga nantinya dalam hidup atau pilihan karier selanjutnya.

 

  1. Prospek Karir Yang Luas Dimasa Depan

Umumnya divisi sales memiliki jenjang karir yang sangat terbuka bagi setiap karyawannya. Mereka yang memiliki kemampuan yang baik, sering mencapai target, memiliki jiwa leadership dan memahami pasar serta kompetitor, seringkali dipromosikan ke Jabatan atau posisi yang lebih tinggi di perusahaan.

Sering kali kita temui banyak manager bahkan direktur di perusahaan besar yang memulai karir mereka seagai seorang sales lapangan. Mereka jeli melihat peluang dan kesempatan, sehingga dianggap lebih paham dinamika pasar di lapangan dan layak diangkat menjadi supervisor atau direktur di perusahaan tersebut.

Selain itu, kamu juga memiliki kesempatan untuk menjadi pengusahan dan membangun bisnismu sendiri di masa depan. Ketika kamu memiliki banyak koneksi dan memahami pasar, ditambah kemampuan berkomunikasi dan bernegosiasi, akan lebih mudah bagimu untuk membangun bisnis.

 

  1. Bisa Dapat Bonus Tambahan Dari Perusahaan

Biasanya perusahaan akan sering memberikan produk-produk perusahaan yang akan dijual kepada sales agar mereka mencobanya. Tidak hanya itu, Sales juga akan sering diberikan perintilan merchandise perusahaan seperti kaos, notebook, pulpen, dan semisalnya. Tujuannya tentu saja karena Seorang Sales secara tidak langsung adalah brand abassador dari perusahaan tersebut.

Tidak jarang perusahaan juga sesekali mengajak tim Sales untuk jalan-jalan ke luar kota baik untuk liburan ataupun training tambahan bagi sales, sebagai bentuk apresiasi kepada mereka.

You cannot copy content of this page